Jumat, 11 Desember 2015

Lombok Kecil di Selatan Trenggalek, Jawa Timur




Lombokkkk!! Teriaknya.
Padahal dia tau kami sedang berada di Trenggalek, salah satu Kabupaten di Jawa Timur. Ya memang saya akui, Pantai selatan Trenggalek yang kali ini saya kunjungi mempunyai karakter yang unik karena letaknya di sebuah teluk yang di kelilingi oleh pegunungan dan perbukitan menoreh yang sedikit mirip dengan pantai di daerah Lombok sehingga kami menyebutnya “Lombok Kecil” di Jawa Timur
Kawasan Lombok Kecil tersebut berada dari pantai Karangggongso ke arah timur sampai tembus ke ujung dataran teluk tersebut. Kawasan tersebut merupakan kawasan atau wilayah kerja Perum Perhutani yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk di kembangkan sebagai daerah wisata. di kawasan “Lombok Kecil” terdapat setidaknya 4 pantai yang memiliki keunikan tersendiri yaitu pantai Mbang’koan, Pantai Watulunyu, Pantai Ciut dan Pantai Mbesetan. Nama dengan kosakata yang ga biasa :D



Menuju ke kawasan pantai tersebut cukup mudah karena banyak petunjuk jalan disepanjang jalan. Dari Kota Trenggalek kalian tinggal menuju jalan Trenggalek-Tulungagung nantinya akan sampai di pertigaan Bandung yang ada Papan Petunjuk Jalan ke Pantai Prigi. Ikuti saja petunjuk jalan yang ada sepanjang Jalan melewati Wisata Goa Lowo, hutan dan permukiman dan setelah 2 jam perjalanan akan sampai di gerbang masuk kawasan Pantai Prigi-Karanggongso dan sekitarnya. Dari loket masuk ambil arah ke Pantai Karanggongso, melewati pantai tersebut sampai menemukan gapura masuk ke Pantai Mbang’Koan.



Pantai Mbang’koan merupakan pantai nelayan, disana merupakan semenanjung yang digunakan untuk sebagai parkir kapal nelayan setempat. disana juga terdapat warung-warung penjaja makanan dari makanan laut, penyetan sampai indomie :D. Dari Pantai Mbang’Koan kita bisa menyelusuri jalan setapak berjalan kaki atau mengendarai motor menuju Pantai Watulunyu, Pantai Ciut dan Pantai Mbesetan. Perjalanan cukup seru karena kita akan melewati jalan tanah yang berada di tepi pantai, beberapa spot agak berbahaya belum lagi pemandangan di jalan tersebut cukup menggoda mata. Lebih baik berhenti dahulu jika kalian terkesima dengan pemandangannya, seperti tikungan menurun yang terletak antara Pantai Mbang’koan sampai Pantai Watulunyu mempunyai pemandangan menarik. Kami berhenti sejenak dan mengambil foto terutama foto narsis dan pemandangan.





Pantai Watulunyu merupakan pantai yang pesisirnya ditumbuhi oleh pohon kelapa, dan pada pasir pantainya terdapat batu-batu kali yang jumlahnya cukup banyak dan batu tersebut LUNYU (Licin) jika kita injak. Setelah melewati Pantai Watulunyu akan sampai di Pantai Ciut yang di sisi selatan merupakan spot mincing tebing yang sering digunakan warga sekitar untuk memancing dari atas tebing maupun batu karang di bawah tebing.

 

Dari Pantai Ciut ke Pantai Mbesetan agak ekstrim karena kita melewati jalan seukuran motor dan di salah satu sisi merupakan jurang yang langsung jatuh ke laut. Mana motor kami itu motormatik jadi kami harus hati-hati. Pantai Mbesetan juga terbilang unik karena kosakata yang baru pertama kali saya dengar. Diperkuat lagi ada batu berbentuk wajah yang agak seram dan tumbuh pohon kecil. Saya membayangkan jangan-jangan karena  karang tersebut nama pantai ini “Mbesetan”. Terlepas dari itu semua pantai ini cukup indah dinikmati karena pasirnya agak luas dan banyak batu karang yang bisa kita jadikan tempat duduk menikmati pemandangan laut biru yang dihiasi perbukitan-perbukitan Menoreh.





Penamaan Lombok Kecil hanya sebutan kami secara spontan karena tidak menyangka Trenggalek mempunyai View atau Pemandangan Pantai yang menarik. Setelah puas menyelusuri tempat ini kami segera menuju Pantai Karanggongso untuk mengabadikan moment senjanya.

http://www.catatannobi.com/2015/12/lombok-kecil-di-selatan-trenggalek.html






Jembatan Galau dan Kawasan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, Trenggalek

Jembatan Galau, nama yang lumayan “nyetrik”, simpel dan pasti mudah diingat. Namun bukan tempat khusus untuk menggalau, melainkan kawasan wisata yang menarik di Kabupaten Trenggalek. Kawasan wisata Hutan Mangrove Pancer Cengkrong namanya.
 
Kawasan wisata hutan mangrove (bakau) ini letaknya tidak jauh dari pantai Cengkrongan,sekitar  500 meter dari bibir pantai tepatnya di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Kawasan ini dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kejung Samodra yang beranggotakan masyarakat sekitar desa Karangggandu. Menuju kesini cukup mudah, dari Trenggalek maupun Tulungagung kita bisa mengikuti Petunjuk Jalan menuju Pantai Prigi – Kecamatan Bandung – Goa Lowo -  Jalan kelak kelok naik turun samping kanan kiri hutan dan kebun warga - Kecamatan Watulimo - Ikuti Arah Pantai Cengkrongan – Desa Karanggandu – Pantai Cengkrongan – Hutan Mangrove Pancer Cengkrong.
 
 
 
Setelah melewati perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Tulunggagung, akhirnya sampai di kawasan parkir hutan mangrove ini. Saat kami berkunjung tidak begitu ramai mungkin karena bukan hari libur. Untuk memasuki kawasan ini kami hanya membayar biaya parkir kendaraan saja. Dari tempat parkir jembatan galaunya sudah terlihat dan siap menemani galau kalian :p
Jembatan galau ini adalah jembatan kayu yang dibangun sebagai tempat untuk para pengunjung berkeliling melihat-lihat kawasan hutan bakau karena tanah tempat tumbuh bakau berupa lumpur yang terbawa aliran sungai Kalisongo, sungai yang bermuara di pantai Cengkrongan. Adanya jembatan galau ini, kita tak perlu lagi kotor-kotoran untuk menikmati suasana hutan mangrove ini. Selain hutan kawasan ini dikelilingi oleh pegunungan, jadi jika cuaca sedang cerah kalian bisa melihat pegunungan di segala arah kecuali arah selatan.  




Pohon mangrove di kawasan ini masih pendek-pendek, sehingga tidak mampu memberi suasana sejuk. Namun di setiap sudut jembatan galau sudah berdiri Gazebo-gazebo untuk pengunjung yang ingin berteduh atau beristirahat memakan bekalnya atau mungkin gazebo ini juga disediakan untuk menggalau :p. Di kawasan hutan mangrove cocok sekali untuk pembelajaran tentang ekosistem hutan mangrove. Kawasan ini tumbuh berbagai jenis mangrove, jenis-jenis akar, kita juga bisa melestarikan alam kawasan ini dengan menanam pohon mangrove yang ada di persemaian. 
 

Keberadaan kawasan hutan mangrove ini sangat penting selain sebagai wisata alam melepas kepenatan dan wisata edukasi, keberadaannya menjadi penyangga kehidupan kawasan sekitarnya. Keberadaan hutan mangrove bisa menjadi perisai menghalangi material yang terbawa aliran sungai menuju laut, juga menjadi perisai alam untuk menghalangi dan mengurangi kekuatan ombak besar yang menerjang daratan. Setelah mengetahui pentingnya kawasan mangrove tersebut, kita sebagai pengunjung juga harus membantu pihak pengelola untuk menjaga dan melestarikannya, minimal tidak membuang sampah sembarangan maupun merusak jembatan galaunya. Jika tempat ini kotor dan rusak bingung mau kemana lagi tempat galau paling nyaman. :D
 


Karena Galau itu Manusiawi, Yuk nge-Galau di Jembatan Galau ini :D

Kabupaten Trenggalek, Surga Baru di Jawa Timur yang Memanggilmu Untuk Singgah dan Melebur

Tak hanya Pacitan dan Banyuwangi saja yang punya wisata pantai. Trenggalek juga memiliki wisata pantai yang tak kalah indah karena berbatasan langsung dengan pantai selatan. Mau tahu apa sajakah tempat wisata serta pantai-pantai yang ditawarkan oleh Kabupaten Trenggalek?

1. Nikmati ramahnya ombak dengan menyambangi Pantai Ngulungwetan

Pantai Ngulungwetan 

Pantai Ngulungwetan ini memiliki pasir yang putih, ditumbuhi pohon kelapa serta pepohonan yang membuat bibir pantai ini terlihat sejuk dan adem. Pantai ini terletak di Desa Ngulungwetan,Kecamatan Munjungan atau sekitar 66km dari arah selatan kota Trenggalek.

Ombak yang ada di pantai ini juga tak terlalu besar sehingga memungkinkan pengunjung untuk bisa berenang dan bermain air di pantai ini. Apalagi jika kamu datang di sore hari, kamu akan bisa menyaksikan indahnya matahari tenggelam di pantai ini. Cocok sekali jika dikunjungi bersama orang tersayang bukan?

2. Pantai Prigi adalah surganya mereka para penggemar makanan laut

Jernihnya Pantai Prigi 

Disinilah surganya para penggemar sea food. Pasalnya, kamu akan menemukan banyak sekali nelayan di pantai ini yang kembali dengan tangkapannya. Fasilitas yang disediakan pun sudah cukup memadai. Terlihat dari banyaknya hotel, restoran, serta sarana olahraga. Jadi tak perlu bingung-bingung jika ingin mencari penginapan serta urusan mengisi perut.

3. Pantai Karanggongso adalah pantai yang terkenal dengan warna pasirnya yang putih

Pantai pasir putih Karanggongso 

Pantai ini terkenal pula dengan sebutan pantai pasir putih, dan letaknya tak jauh dari Pantai Prigi, yaitu sekitar 3 km ke arah timur. Air laut yang jernih disertai dengan pasir yang putih, serta rimbunnya pohon kelapa yang melambai tumbuh di bibir pantai menambah sensasi sejuk serta tenang. Apalagi di pantai satu ini sudah terdapat persewaan perahu, banana boat, serta jet ski. Jadi sangat cocok sekali dijadikan sebagai tempat wisata keluarga.

4. Menikmati kealamian dan ketenangan Pantai Damas

Pantai Damas 

Adalah salah satu pantai yang masih perawan, alias masih alami. Letaknya hanya berjarak sekitar 5km dari Pantai Prigi. Suasana pantai yang nyaman akan membuat kamu betah berlama-lama bermain air maupun sekedar berjemur dibawah terik mataharinya.

5. Pemandangan laut dan air terjun bisa kamu rasakan sekaligus di Pantai Pelang

Air terjun di komplek Pantai Pelang 

Mungkin pantai ini adalah satu-satunya pantai yang memiliki air terjun. Terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, atau sekitar 56km di arah barat daya Kota Trenggalek. Ombak di pantai ini terkenal cukup besar. Oleh karenanya, wajib bagi kamu untuk tetap berhati-hati jika berkunjung ke pantai ini. Pantai pelang juga memiliki sebuah pulau kecil di bibir laut, yang sekilas terlihat seperti Tanah Lot di Bali.

6. Tak perlu lagi pergi ke Bali, pasalnya sekarang ini kamu bisa surfing di Pantai Blado

Pantai Blado

Jika kamu adalah pemburu ombak yang haus akan petualangan, pantai Blado bisa menjadi tempat pilihan vakansimu. Karena ombaknya yang terkenal cukup besar, pantai ini biasa dijadikan sebagai tempat bermain surfing atau berselancar. Letaknya tak jauh dari Pantai Ngulungwetan, yaitu di Desa Munjungan Kecamatan Munjungan, 49 km arah selatan dari kota Trenggalek. Fasilitas yang ada di pantai ini juga sudah cukup memadai dengan adanya pondok wisata, area parkir, serta fasilitas penginapan.

7. Sisa-sisa Candi Brongkah menunjukkan bahwa Trenggalek memiliki peradaban yang cukup tua

Sisa-sisa candi

Dinamakan Candi Brongkah karena letaknya di Dusun Brongkah, Desa Kedung Lurah, Kecamatan Pogolan, Trenggalek. Letak candi ini tak jauh dari Pantai Prigi. Pada awal ditemukannya, ada sebuah arca yang menggambarkan sosok wanita, dan juga arca yang menyerupai seekor sapi, serta lempengan yang bertuliskan huruf kuno, yang semuanya telah dipindah ke Museum Trowulan. Jadi jangan heran jika kamu hanya akan menemukan bongkahan pondasi berupa batu bata saja. Candi ini terletak sekitar 3m dari permukaan tanah, ditemukan ketika sang pemilik tanah ingin membuat sumur.

8. Menyambangi kelelawar di Gua Lowo, sembari mengagumi megahnya gua terbesar di Asia Tenggara

Gua terbesar di Asia Tenggara

Lowo, dalam bahasa Indonesia berarti adalah kelelawar. Disebut Gua Kelelawar karena pada zaman dahulu ketika pertama kali ditemukan terdapat banyak sekali kelelawar di dalam gua ini. Kamu akan disambut dengan pemandangan stalagtit dan stalagmit ketika mulai masuk ke dalam mulut gua. Letaknya tak jauh dari Pantai Prigi.
Pada tahun 1984, Gua Lowo ini dinisbahkan sebagai gua terbesar di Asia Tenggara oleh dua ahli gua terkenal Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K. Kho. Tak heran karena memang gua ini memiliki panjang sekitar 800m dan terdiri dari 9 ruangan besar, serta beberapa ruang kecil.

9. Jika perutmu sudah mulai keroncongan, cicipi lezatnya Nasi Gegog khas Trenggalek

Sego Gegok khas Trenggalek


Nasi yang disajikan bersama dengan ikan teri yang mengandung cita rasa pedas akan menyambut lidahmu ketika kamu mencoba untuk menyantapnya. Nasi Geghog dibuat dengan cara yang cukup sederhana, yaitu denganmembungkus nasi setengah matang diberi sambal teri, lalu dimasak kembali selama 15 menit hingga matang sempurna. Konon karena saking pedasnya, makanan ini mampu melegakkan hidung yang mampet, serta meredakan sakit kepala. Jika memang demikian, kamu yang hobi makan pedas tak ada salahnya mencoba.

10. Bungkus oleh-oleh khas Trenggalek berupa gurih dan renyahnya Tempe Kripik

Kripik khas Trenggalek 

Sebagai penutup, bawalah oleh-oleh berupa tempe keripik yang digoreng kering. Rasa renyah dan gurihnya akan langsung terasa memenuhi mulutmu. Cocok juga dijadikan sebagai pengganti kerupuk dan dijadikan teman makan malammu.

Itulah beberapa keelokan dan wisata kuliner khas Trenggalek.